Ngaji Jurnalistik Di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah

0
426

Era multimedia seperti sekrang ini memungkikan semua orang menyampaikan kabar dengn sangat mudah, melalui berbagai platform media social. Maka jurnalis hadir di tengah hiruk pikuk hypermedia, baik facebok maupun youtube.

Ketika kabar yang beredar adalah kabar kebohongan, maka jurnalis hadir untuk mengabarkan yang benar. Hal inilah yang digagas para Santri Pondok Pesantren Al-Khoiriyah yang akan menghadirkan Kiai Jurnalistik Teje, Perintis Harian Terbesar di Sumatera Selatan, yaitu Harian Sumatera Ekspres  dan Kiai Jurnalistik Imron Supriyadi, Pimpinan Rumah Tahfidz Rahmad yang juga Jurnalis  senior.

Ngaji jurnalistik akan digelar pada Selasa 28 Januari 2025, pukul 08.30 wib, setelah sebelumnya pada Senin 27 Januari 2025 pukul 19.30 wib digelar Pengajian memperingati Isrok Mikroj di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah, Desa Timbul Jaya Jalur 13 Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin.

Di era multimedia, jurnalis harus tetap profesional. Seperti apa jurnalis yang professional itu? Menurut Kakek Teje, yang pernah mengenyam Fakultas Ushuludin jurusan Dakwah di Institut Agama Isllam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang (1990), Jurnalis yang professional adalah orang yang menjalankan tugas jurnalistiknya dengan memegang teguh prinsip jurnalisme profetik.

Jurnalisme profetik bukanlah teori, tetapi karakter dalam diri seorang jurnalis. Ia harus memegang teguh empat sifat nabi dalam kesehariannya. Misalnya sidiq, amanah, tablig, dan fatanah

Seorang jurnalis, mestilah sidik. Ia harus benar dalam memberitakan peristiwa. Lalu Amanah. Bila jurnalis tidak amanah, bukan saja merusak reputasi profesi, melainkan dirinya sendiri. Kemudian tablig, menyampaikan yang benar dan tepat. Selanjutnya, fatanah, yakni dapat mendayagunakan akalnya agar berita yang ditulis mencerahkan manusia,

Jurnalis yang memiliki prinsip profetik ialah jurnalis yang harus berpihak kepada kebenaran dan memiliki kepekaan terhadap kemanusiaan.

Ikuti Ngaji jurnalitik bersama Kiai Jurnalistik Kakek Teje Sumeks Minggu dan Kiai Jurnalistik Imron Supriyadi

LEAVE A REPLY